Selamat Datang di Blog Kang Mbang

Awas..? Hipertensi Bisa Bikin 'Mr P' Loyo

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya, seperti stroke, jantung, dan ginjal.
Akan tetapi, yang belum banyak orang ketahui, hipertensi ternyata juga meningkatkan faktor risiko seorang pria mengalami disfungsi ereksi (DE).
Wakil Ketua 1 Perhimpunan hipertensi Indonesia dr. Tunggul D Situmorang, Sp.PD-KGH mengungkapkan, hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik bisa menyebabkan arteriosklerosis atau penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah.
"Arteriosklerosis ini termasuk pembuluh darah yang berperan pada proses ereksi," kata Tunggul dalam diskusi di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Tunggul menjelaskan, sebelum terjadi arteriosklerosis, sebenarnya sudah terjadi kerusakan pada endotel pembuluh darah atau disebutendothelial dysfunction. Kerusakan ini menyebabkan perubahan fungsi dan struktur pembuluh darah yang juga berdampak pada disfungsi ereksi.
Penggunaan obat hipertensi, lanjut Tunggul, sebenarnya juga dicurigai memengaruhi fungsi seksual. Namun, belum ada bukti yang cukup mengenai hal ini. Menurut Tunggul, untuk menghindari hal itu, maka dipilih obat antihipertensi golongan lain, sepert ACE inhibitor, Calsium Channel Blocker atau Aldosterone Receptor Blocker.
Tunggul mengungkapkan, masalah hipertensi dapat menyebabkan disfungsi ereksi telah didukung bukti penelitian. Berdasarkan penelitian Giuliano dan kawan-kawan tahun 2004, dari 3906 responden yang hipertensi, sebanyak 67 persen mengalami disfungsi ereksi.
Sementara itu, penelitian Doumas dan kawan-kawan di Yunani tahun 2006 menemukan 35,2 persen pasien hipertensi mengalami disfungsi ereksi yang berkaitan dengan usia, jangka waktu terkena hipertensi, dan obat hipertensi.
"Untuk mencegah hipertensi dengan disfungsi ereksi, tentu dengan mengendalikan tekanan darah dengan baik. Pilih juga obat anti-hipertensi yang aman, yang tidak menyebabkan risiko DE. Jangan lupa, modifikasi gaya hidup," kata Tunggul.
Terlebih penting lagi, rutinlah mengecek tekanan darah dan melakukan pola hidup sehat untuk mencegah hipertensi.
Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mencapai atau mempertahankan ereksi. Penyebab 'Mr P' loyo pun dipengaruhi banyak faktor, antara lain usia, kebiasaan merokok, dan kelebihan berat badan.

Cara Tak "Ribet" Mencegah Diabetes!


 Pola hidup memegang andil besar sebagai salah satu faktor pemicu diabetes pada seseorang. Kalau sudah kena diabetes, kerugiannya bukan hanya akan dirasa oleh penderita. Padahal, pencegahannya bisa dimulai dari hal sederhana. 
"diabetes dan komplikasinya menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi penyandang diabetes, keluarganya, dan negara. Padahal, 80 persen diabetes bisa dicegah," ujar Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, seperti dikutip harian Kompas pada Sabtu (9/4/2016).
Upaya pencegahan diabetes pun seharusnya bukan perkara sulit. Mulai saja dari mengubah kebiasasaan-kebiasaan kecil dalam kegiatan harian. 
Misalnya, kebiasaan menggunakan lift di kantor dapat Anda ganti dengan naik tangga. Hari ini satu atau dua lantai, besok Anda bisa coba mencapai lantai lima lewat tangga.
Aktif bergerak membantu meningkatkan metabolisme badan, memperbanyak reseptor insulin, dan mengeluarkan kalori. Jumlah gula darah pun dapat diubah oleh tubuh menjadi energi yang terpakai sehingga tidak menyebabkan tumpukan lemak.
Jika memungkinkan, lebih baik lagi bila Anda menambahkan olahraga dalam jadwal aktivitas. Sempatkan joging 30 menit sebelum pergi ke kantor atau mampir ke gym saat pulang kerja.
Kedua, bijaklah memilih makanan apa yang Anda konsumsi. Sering kali kita tidak menyadari asupan kalori dan gula berlebih yang ada dalam santapan sehari-hari.
Agar lebih aman, Anda bisa pilih sayuran, buah segar, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan sebagai variasi menu. Makanan bergizi, rendah lemak, dan rendah kalori berpengaruh besar menurunkan jumlah gula dalam tubuh.
Selain itu, Anda wajib pula menjauhkan diri dari stres. Kondisi tertekan membuat organ dalam tubuh ada di posisi selalu siap bekerja, misalnya jantung berdegup lebih keras, napas lebih kencang, dan perut mengencang.
Kadar gula darah pun melonjak tinggi untuk menyiapkan energi bagi tubuh. Namun, kenaikan yang tidak diikuti oleh kegiatan ini kemudian menyebabkan level gula darah tetap tinggi dan bisa memicu diabetes.
Jika Anda sedang dalam kondisi tertekan, usahakan untuk mengontrol diri sendiri. Ketahuilah kapan harus beristirahat dan menyudahi pekerjaan. Ingat, otak Anda juga butuh "piknik” untuk menyegarkan pikiran dan mampu diajak bekerja maksimal kembali.

Terakhir, Anda disarankan untuk periksa kadar gula darah secara berkala. Menurut International diabetes Federation, satu penduduk dunia setiap tujuh detik meninggal akibat diabetes pada 2014. 
Dari total 387 juta orang penderita diabetes, 46,3 persennya tidak menyadari bahwa mereka memiliki nilai gula darah tinggi. Padahal, pengukuran nilai gula darah dapat Anda lakukan sendiri di rumah dengan bantuan piranti uji gula darah mandiri, seperti OneTouch SelectSimple. 
Alat seperti itu mampu memberikan nilai total jumlah gula darah dalam tubuh Anda. Cara kerjanya pun mudah. Anda cukup memberikan sedikit contoh darah di test strip yang ditempelkan pada alat. 
Hasil tes akan terpampang pada layar. Bila angka menunjukkan 100 mg/dl artinya gula darah masih dalam taraf normal.
Anda perlu siaga jika hasil tes berada pada rentang 100 mg/dl karena nilai itu masuk dalam kategori pre-diabetes. Sementara itu, apabila kadar gula darah melebihi 126 mg/dl bisa jadi Anda positif menderitadiabetes.
Tes kesehatan secara keseluruhan di laboratorium pun tetap disarankan. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi tubuh Anda sesungguhnya dan untuk deteksi dini penyakit yang mungkin timbul.
Jadi, selalu mulai perubahan dari yang sederhana, sebelum diabetetes menyandera kehidupan kita. Bisa?

Tak Sadar Terkena Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang cukup banyak pasiennya di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, terdapat 25,8 persen pasienhipertensi. Sayangnya, banyak pasien yang tak sadar terkenahipertensi.
"Lebih dari 60 persen tidak sadar mereka terkena hipertensi. Dan lebih dari 80 persen di antaranya tidak mengontrol tekanan darah," ujar Ketua Perhimpunan hipertensi Indonesia Dr. dr. Yuda Turana, SpS di kantor PERKI, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Yuda mengatakan, hipertensi umumnya tidak memunculkan gejala. Karena itulah hipertensi sering disebut pembunuh diam-diam.hipertensi sering kali baru diketahui ketika sudah menimbulkan komplikasi penyakit lain.
Wakil Ketua I Perhimpunan hipertensi Indonesia dr. Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH menambahkan, hipertensi memang tidak bergejala.
"Katanya, kan salah satu gejalanya sering pusing misalnya. Itu artinya sudah terjadi hipertensi," kata Tunggul.
Pencegahan utama, lanjut Tunggul, dengan rutin mengecek tekanan darah dan melakukan pola hidup sehat. Terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko hipertensi.
hipertensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor genetik dan gaya hidup. Umumnya, hipertensi terjadi pada usia 35-55 tahun.
Namun, kini juga ditemui pada usia yang lebih muda. Hal ini karena gaya hidup tidak sehat sejak kecil, seperti konsumsi makanan tinggi garam yang berlebihan, jarang atau tak pernah, olahraga, merokok, dan kurang tidur.
Tekanan darah dikatakan normal jika kurang dari 140/90 mmHg. Tetapi, jika tekanan darah dalam kisaran 130-139/85-89 mmHg, maka sudah termasuk pre-hipertensi dan Anda harus segera mengubah gaya hidup lebih sehat agar tak lanjut menjadi hipertensi.
Penanganan hipertensi yang utama adalah dengan memodifikasi gaya hidup. Jika sudah lanjut, pasien harus minum obat antihipertensi seumur hidup untuk mengontrol tekanan.

Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi berbagai penyakit, seperti stroke, jantung, gagal ginjal, hingga disfungsi ereksi.

Janda lebih menarik daripada perawan

Janda semakin di depan Perawan semakin ketinggalan, Mungkin itu Kata2 yang lagi ngetrand di status2 media sosial, Mayoritas orang menganggap kalau janda ibarat barang bekas, tetapi bagi perjaka yang sedang di mabuk asmara kepada janda Gak usah malu, yang malu itu kalo kalian janda kemudian jatuh hati kepada janda, kwkwkwk,
Jadi anggap saja barang bekas itu ibarat iphone 6 walaupun bekas tapi lebih di minati, berkualitas juga bergengsi, toh janda juga manusia
Inilah alasan kenapa janda lebih menarik daripada perawan. 
1. Dewasa
Gak enak banget kan kalau pasangan sobat2 sifatnya masih kayak anak2, mempunyai banyak keinginan dan banyak tuntutan terhadap cowoknya gak mau tau keadaan pasanganya, Nah Kalau kalian sudah merasa bosan dengan pasangan yang siafatnya  seperti itu coba deh kalian berhubungan dengam janda. walaupun janda umurnya lebih muda daripada perawan tetapi cara berfikirnya janda lebih dewasa, karena kebanyakan seseorang akan berfikir matang dan dewasa jika sudah berkarier atau menikah karena yang dipikirkan bagaimana menjaga keharmonisan hubungan antara suami dan mertua sudah tidak lagi memikirkan kapan waktu untuk my trip my adventure.
2. Pintar mengatur rumah tangga
Lelaki yang mencari perempuan dengan tujuan akan di nikah tidak hanya untuk sekedar kencan, pacaran, malam mingguan, akan memilih perempuan janda karena janda sudah berpengalaman dalam berumah tangga  bagaimana sulit dan senangnya menjaga hati mertua dan menjaga keharmonisan dengan suaminya.
3. Sifat ke ibu2an
Kalian yang dulu suka iseng menjadi juri, kasih nilai ke cewek tentang kecantikannya seakan kalian cowok paling ganteng dan keren sedunia dan akhirat  pasti tahu dari wajah cewek tersebut apakah wajahnya imut, manis, cantik, unyu2 atau ke ibu2an. Nah Kebanyakan pria lebih menyukai wajah ke ibu2an dari seorang cewek karena cowok yang paling di idamkan kepada cewek yang pertama adalah ibunya, ibu yang selalu menyediakan sarapan, memnyucikan pakaian, selalu bilang hati2 ketika anaknya mau pergi, dari sifat ibu itulah yang menjadikan cowok terbawa menyukai cewek yang karakter wajahnya seperti ibu2, So janda lebih memiliki karakter wajah ke ibu2 an karena pernah menjadi ibu atau selalu berfikir bagaimana menjadi ibu yang baik bagi janda yang belum punya anak, karena kerut wajah bisa berubah tergantung kondisi dan keadaan orang tersebut
4. Mandiri
Wanita yang mandiri bukan berarti tidak mempunyai sifat manja lho, Karena manjanya wanita terhadap pasangannya termasuk bentuk dari rasa cintanya dan rasa ingin diperhatikan jadi entah itu perawan atau janda pasti mempunyai sifat manja terhadap kekasihnya, tetapi kalau sifat mandiri, janda lah yang lebih mempunyai sifat mandiri daripada perawan karena tentu saja janda pernah mengalami hidup dengan suami yang menopang kehidupannya kemudian menjadi hidup sendiri tanpa suami, kondisi seperti ini membentuk sifat kemandirian dibanding dengan kondisi perawan yang hidunya ditanggung orang tua.
5. Pengertian
Kalian tentunya paling sebel terhadap pasangan yang sering ngambek, ibaratnya nie kalau enggak dihubungin satu hari aja si cewek ngambeknya bisa sampe berminggu-minggu, memang makhluk yang berjenis wanita ini walaupun dengan cowoknya sendiri jaimnya minta ampun harus cowok yang kasih kabar duluan, nah ini berbeda jika kalian berhubungan dengan janda, janda lebih pengertian terhadap kondisi atau kesibukan cowok karena si janda ketika masih bersuami dulu mengerti tentang bagaimana kesibukan suami untuk menghidupi istri sehingga untuk berhubungan lewat gadget sangatlah jarang.

Semoga artikel  kenapa janda lebih menarik daripada perawan, bermanfaat bagi sobat2 yang sedang di mabuk asmara kepada janda atau mau mencoba menjalin hubungan kepada janda. 

Jangan Lakukan Ini Pada Payudara

Ada kabar yang lazim menyebar di kalangan masyarakat, bahwa sering meremas payudara bisa membuatnya menjadi besar.
Kim Kardashian tidak pernah mengecewakan. Semua orang pasti setuju, meski dia telah beberapa kali melakukan perawatan pada tubuhnya namun hasilnya selalu sempurna. Sayangnya, sejumlah perawatan payudara tidak direkomendasikan pakar kesehatan.
Seperti disampaikan dokter kulit sekaligus Direktur Juva Skin and Laser Center di New York City, Bruce Katz, MD, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada payudara antara lain:
1. Mencabut bulu di sekitar payudara dengan lakban
Meski agak aneh memiliki bulu di sekitar payudara, tapi jangan berusaha mencabutnya. Menurut Katz, mencabut bulu sekitar payudara hanya akan mengiritasi kulit dan menyebabkan ruam, terutama di sekitar puting susu yang sangat sensitif. Belum lagi, Anda bisa mengembangkan alergi terhadap zat dalam perekat (selotip, lakban dsb) dan akhirnya eksim.
2. Botox
Beberapa orthopaedi menjajakan "breastox", perawatan menyuntikkan otot dada dengan Botox untuk menggembirakan pasangan. Nyatanya, botox di area payudara bisa menyebabkan kelumpuhan otot hingga punggung.
Studi yang dipublikasikan dalam American Society of Plastic Surgeons juga menemukan, menyuntikkan botox ke dalam payudara tidak akan berguna bila Anda ingin membesarkan payudara.
Para ahli juga harus hati-hati menyuntikkan filler pengisi wajah seperti Restylane ke payudara. "Kami tidak memiliki data apapun tentang keselamatan," kata ahli bedah plastik, Alexes Hazen, MD.
3. Waxing rambut puting
Anda mungkin bisa waxing bulu ketiak, namun waxing bulu puting bukan pilihan tepat. Sebab menurut Dr Katz, waxing di area puting ini dapat menyebabkan jaringan parut.
4. Berlari dengan bra yoga
Saat berlari, bra yoga tidak cukup mendukung untuk menjaga payudara. Selain tidak nyaman, bra ini juga dapat memecah jaringan ikat di dada dan menyebabkan kendur. 
5. Tindik puting
Tindik juga dapat merusak saluran produksi susu yang akan menjadi masalah saat Anda menyusui nanti. Dr. Katz mengatakan, beberapa wanita alergi terhadap logam yang digunakan untuk menindik atau di cincin itu sendiri, yang dapat menyebabkan ruam parah. "Lebih buruk lagi, jika tempat tidak benar disinfeksi, Anda dapat kontrak hepatitis B, hep C, atau HIV," ujarnya, 

Durasi Rata-rata Hubungan Intim Manusia Dewasa

Dengan begitu merebaknya tayangan dewasa tentang hubungan intim pria dan wanita, tidak sedikit pasangan yang merasa hubungan intim mereka terlalu sebentar. Yang kurang disadari, tayangan demikian biasanya melibatkan proses edit berkali-kali.
Jadi, sebenarnya berapakah waktu yang normal untuk lamanya hubungan intim. Suatu penelitian memberikan jawaban yang meluas, mulai dari 33 detik hingga 44 menit.
Dikutip dari Daily Mail pada Selasa (5/4/2016), penelitian oleh Dr. Brendan Zietsch dari Queensland University of Technology (QUT) menelaah semua penelitian terkini dan menemukan angka seperti tersebut di atas. Tapi, rata-rata hubungan intim hanya berlangsung 5,4 menit.
Seorang ilmuwan tentunya mengajukan pertanyaan awam tersebut dengan bahasa yang lebih berat, yaitu “berapakah waktu bertahan rata-rata hingga ejakulasi dalam alat kelamin wanita?”
Masalahnya, mengukur waktu rata-rata bukanlah hal yang mudah karena dua persoalan.
Pertama, biasanya orang melebih-lebihkan perkiraan waktunya karena secara sosial terasa lebih hebat kalau mengaku hubungan seksual mereka berlangsung semalaman.
Masalah ke dua, orang tidak selalu tahu berapa lamanya mereka melakukannya karena urusan ini tidak biasanya melibatkan pemantauan waktu. Pemantauan tanpa bantuan tentu sulit kalau hubungan dimulai secara spontan.
Kajian Ilmiah
Penelitian terbaik yang tersedia untuk mengira-ngira waktu rata-rata hingga ejakulasi melibatkan 500 pasangan dari seluruh dunia. Mereka diminta menghitung waktu menggunakan stopwatch selagi melakukan hubungan intim selama masa 4 minggu.
Agak janggal juga, karena peserta harus menekan tombol ‘mulai’ sewaktu alat kelamin pria memasuki wanita dan kelabakan menekan tombol ‘selesai’ sewaktu terjadi ejakulasi.
Dapat dibayangkan betapa hal ini mengganggu mood dan ditengarai tidak alamiah. Tapi, itulah yang terbaik yang bisa dilakukan.
Hasilnya? Yang paling mengagetkan adalah fakta bahwa bentang waktunya sangat beragam, mulai dari 33 detik hingga 44 menit. Perbedaannya sekitar 80 kali lipat. Rata-rata hanya berlangsung 5,4 menit. Sekali lagi, hanya angka rata-rata.
Ada hasil sampingan penelitian ini yang tidak kalah mencengangkan. Ternyata pemakaian kondom tidak mempengaruhi masa waktunya. Demikian juga keadaan bersunat ataupun tidak bersunat.
Temuan sampingan ini merombak pandangan selama ini mengenai hubungan antara kepekaan ujung kelamin pria dengan lamanya ‘bertahan’ dalam hubungan intim.
Juga, asal negara pasangan tidak terlalu berpengaruh, kecuali Turki yang rata-rata melakukannya dalam 3,7 menit. Jauh di bawah rata-rata pasangan di Belanda, Spanyol, Inggris, dan AS.
Kejutan temuan lain adalah bahwa semakin tua pasangannya, semakin singkat hubungan intimnya. Ini berlawanan dengan apa yang diduga selama ini.
Kenapa Hubungan Intim Berlama-lama?
Peneliti evolusioner selayaknya mempertanyakan, “Mengapa bahkan perlu berlama-lama?”Hubungan intim semata-mata bertujuan menaruh sperma di dalam alat kelamin wanita.
Lalu mengapa harus bersusah payah dengan segala gaya? Daripada mendesak-desak batang kelamin pria sebanyak ratusan kali hingga ejakulasi, mengapa tidak memasukannya sekali saja ke dalam alat kelamin wanita dan langsung ejakulasi?
Sebelum menjawab soal ‘kenikmatan’, ingatlah bahwa evolusi tidak bicara sekedar soal itu. Secara umum, evolusi ‘merancang’ agar sesuatu dapat dinikmati jika hal itu membantu leluhur-leluhur kita mewariskan gen kepada generasi berikutnya.
Sebagai contoh, walaupun kita gemar makan, kita tidak mengunyah makanan kita selama 5 menit hanya supaya kenikmatannya lebih lama. Hal ini malah tidak efisien, dan kita malah memandangnya jorok.
Alasan mengapa kita bisa melakukannya begitu lama merupakan pertanyaan yang agak sulit tanpa jawaban yang terang benderang. Tapi mungkin ada petunjuk dari bentuk alat kelamin pria.
Penelitian tahun 2003 menggunakan alat kelamin palsu wanita, alat kelamin palsu pria, dan sirup jagung sebagai sperma palsu. Ternyata, guratan di sekitar kepala kelamin pria sebenarnya menyedot sirup yang telah ada sebelumnya di kelamin wanita.
Dapat diduga, inilah mungkin yang menjadi gunanya sodokan berulang oleh pria, yaitu untuk mengganti cairan mani pria lain sebelum mencapai ejakulasi guna memastikan benihnya sendirilah yang memiliki kesempatan lebih baik untuk menjadi yang pertama mencapai sel telur.

Secara tidak sengaja, hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa pria bisa mengalami nyeri kalau terus melakukan sodokan setelah ejakulasi, karena hal tersebut dapat membawa risiko ia menyedot keluar cairan maninya sendiri.